Lumpia Gang Lombok No. 1
Pelopor lumpia tertua di Semarang yang berlokasi persis di samping Klenteng Tay Kak Sie sejak era 1900-an. Memiliki isian rebung segar tanpa bau pesing, cacahan udang, dan telur yang dibalut kulit gurih renyah.
Cita Rasa Otentik yang Bertahan Lintas Generasi
Tempat makan bersejarah dan resep turun-temurun puluhan tahun yang menjadi ikon wajib dikunjungi para pecinta kuliner. Menampilkan kurasi 8 tempat terfavorit di wilayah Semarang.
Tidak ada tempat kuliner yang cocok
Coba gunakan kata kunci pencarian yang lebih umum atau reset filter.
Pelopor lumpia tertua di Semarang yang berlokasi persis di samping Klenteng Tay Kak Sie sejak era 1900-an. Memiliki isian rebung segar tanpa bau pesing, cacahan udang, dan telur yang dibalut kulit gurih renyah.
Legenda kuliner khas Semarang di kawasan Taman KB dekat Simpang Lima. Perpaduan potongan tahu goreng, gimbal udang renyah berukuran lebar, lontong, irisan kol, dan siraman bumbu petis kacang legit pedas.
Pelopor babat gongso legendaris Semarang sejak 1971 di samping Jembatan Mberok Kota Lama. Potongan babat sapi empuk dimasak perlahan dengan racikan kecap manis lokal dan cabai rawit pedas harum wajan arang.
Ikon soto legendaris Semarang sejak 1950 racikan H. Soleh Sukarno. Terkenal dengan kuah kaldu ayam kampung bening kecokelatan gurih berpadu suwiran ayam, tauge, taburan bawang putih goreng, dan sate kerang manis.
Legenda kuliner asem-asem daging sapi khas Semarang sejak 1978. Memiliki kuah bening segar bercita rasa asam manis gurih dari belimbing wuluh dan asam jawa, dilengkapi potongan daging sapi empuk serta cabai rawit utuh.
Jajanan kue leker kaki lima paling legendaris dan kreatif di depan SMA Kolese Loyola sejak 1978. Menawarkan adonan leker renyah dengan aneka isian gurih unik seperti sosis, telur, keju mozzarella, tuna, hingga cokelat manis klasik.
Restoran bersejarah bergaya kolonial Belanda yang berdiri sejak 1936 di Jalan Pemuda. Terkenal dengan es krim artisan tanpa pengawet buatan, kue lidah kucing, poffertjes, dan hidangan barat-jawa tempo doeloe.
Gulai kambing khas Kampung Bustaman Semarang sejak 1969. Tidak menggunakan santan melainkan kelapa sangrai tumbuk halus (serundeng) sehingga kuahnya harum rempah, gurih ringan tanpa prengus, dan tidak bikin enek di tenggorokan.